RSS

The Doctors

The doctors, kayak judul buku ya? bukan, saya bukan mau mereview buku tsb, pengen cerita aja tentang kunjungan kami ke dokter beberapa hari ini.


Setelah menimbang, memikirkan dan menelaah (lebai, abaikan) usia pernikahan kami yg udah masuk tahun ketiga, setelah mencoba beberapa cara tradisional, dan terkuras airmata tiap disalip sodara, teman, adik ipar, ponakan (eh itu masuk disodara ya?) dan terakhir tetangga (yg dgn bangganya cerita kemana-mana, kami gak program apa2 langsung jadi aja, pret :p ), akhirnya saya dan Masku MEMUTUSKAN (harus ya di caps ;p ) utk serius konsultasi ke dokter kandungan dan infertilitas.

Terus terang selama ini kami belum pernah konsultasi serius atau menjalani berbagai tes seperti yg harus dijalani para pasutri yg pengen punya momongan. Kemana aja neng? Kenapa baru sekarang konsulnya? Iya karena baru ada duitnya skrg! hehehe...

Aniwei busway, pilihan dokter kami adalah Prof.Anwar di RSKIA Bhakti Ibu. Saya sempat browsing-browsing ttg Prof.Anwar, semua komennya positif (kecuali ngantrinya yg katanya lamaaaa). Kami daftar dan dpt no antrian 5. Besoknya kami ke kliniknya abis maghrib, daftar ulang, tensi darah dan timbang, langsung masuk. Gak pake ngantri lama seperti yg diceritain di beberapa forum :D

Kesan pertama Prof.Anwar orangnya ramah banget, lucu, dan gak terburu2. Saya di USG dan Alhamdulillah bersih. Kata dokternya, kalo dulu saya pernah mengalami BO, itu pertanda bagus, artinya tidak ada masalah dengan kesuburan, hanya saja mungkin waktu itu sperma yg berhasil membuahi kurang bagus. Tanyain kemungkinan retrofleksi atau rahim kebalik, katanya sich gak ada.

Masku diberikan surat rekomendasi utk tes sperma. Tes sperma yg baik dilakukan 3 atau 4 hari setelah hari terakhir sperma dikeluarkan. Ada hal lucu waktu dokternya nanya kapan terakhir spermanya dikeluarin. Masku dengan lempengnya jawab: Hari ........ Dok, setelah ......... (maaf rahasia ;p). Kata dokter: Hah, masa berhubungannya di alun-alun (lapangan)? Masku: Ya di rumah Dok, kan pas hujan2. Mukaku merah, malu! Perlu ya diceritain sedetail itu sampe ke hujan2nya segala? LOL :D

Setelah itu dokternya ngasih resep 3 obat, 2 utk kesuburan dan 1 utk nurunin tensi.

Beberapa hari kemudian kami datang lagi bawa hasil tes sperma. Hasilnya normal, gak ada masalah. Alhamdulillah. Jadi disuruh dateng lagi 2 minggu yg akan datang (setelah masa subur kayaknya).
Yah sekarang tinggal berdoa dan "berusaha" aja, hehehe...

-------------

Dokter lain yg kami kunjungi minggu ini adalah dokter penyakit dalam.
Berhubung setelah menkonsumsi obat penurun tensi yg diberikan Prof.Anwar, kepala saya malah tambah sakit selama 2 hari, akhirnya kami konsultasi ke dokter penyakit dalam. Dokternya cewek dan masih muda (kayaknya seumuranku deh, masih muda doooong ;p ) Nama dan alamatnya dirahasiakan.

Sebenarnya dari pertama kurang sreg sama dokternya, entah kenapa saya lebih suka konsul dgn dokter2 yg sudah berumur, lebih berpengalaman. Tapi krn udah terlanjur, ya sutralah.

Setelah cerita sakitnya kyk apa dan udah brp lama, dokternya ngomong: pengobatan darah tinggi tidak bisa instan seperti kalo kita sakit flu atau batuk. Darah tinggi butuh waktu lama, bisa sampai tahunan, jadi harus sabar dan rajin diperiksa. Dan lain-lain sampe akhirnya disuruh naik ke tempat tidur.

Kemudian saya ditensi, tekanannya 190/120. Walaaah tinggi amat. Makin berasa aneh karena belum 15 menit lalu saya tensi di RS.Ludiro dan hasilnya 170/120 (tinggi juga sich, hiks) tapi kok bisa gak nyampe sejam tensinya udah naik drastis gitu.

Lanjut lagi periksa dada + perut + kaki (?). Setelah itu, lagi-lagi dia cerita panjang lebar. Begini nich kalo datang ke dokter yg sepi pasien, lama bener ngomongnya, kitanya sampe ngantuk-ngantuk. Lagi-lagi ditekankan bahwa saya hrs rutin cek, awal2 sebulan dua kali, berikutnya bisa sebulan sekali, tapi harus dikontrol terus.

Buntut-buntutnya suruh tes lab yg terdiri dari: Tes Urin lengkap, Tes Lemak (Kolestrol total, Trigliserida, HDL, LDL), Tes Faal Ginjal (BUN, Creatinin, Urit acid), dan Tes Glukosa. Dibuatin rekomendasi lagi-lagi di lab yg sama yg direkomendasikan Prof.Anwar (hebat euy Marketingnya Lab ini bisa menembus berbagai dokter ;p ).

Iseng aja sy nanya, boleh gak tes di lab lain. Kata si dokter: Saya bukannya sedang promosi lab ini, tapi karena letaknya kan dekat dari sini jadi lebih gampang aksesnya. Di lab ini juga lebih lengkap, khawatir kalo lab lain kurang akurat. bla bla bla...
Oh oke deh, anggap kami tidak tau apa2, perasaan lab lain tempatnya deket juga deh ;p

Setelah diresepin beberapa macam obat, bayar 30rb utk konsul, dan disuruh bawa hasil lab 3 hari yg akan datang, akhirnya kami pulang.

Eh tapi Masku penasaran dong sama hasil tensinya. Kami pun pergi ke apotik K24 utk tensi lagi. Hasilnya: 170/120. Tuh kan hasilnya sama dengan hasil tensi di Ludira. Itu artinya dokter itu..............
Wallahualam.



  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

8 comments:

Jeni- Family, and Friends mengatakan...

wah qt samaan..aq jg lg wira wiri ke dokter namanya jg usaha ya:))..btw kau smpt cek kondisi sel telur? soalnya kan udh diresepin obat penyubur itu (my 1st experience cek sel telur dgn vsg..) btw lg~smoga kunj berikutnya udh positif~amiin

AstyNNS mengatakan...

Aku kok gak disuruh cek kondisi sel telur ya? cuma disuruh dtg 2 minggu lg. Gmn tuh?

Jeni- Family, and Friends mengatakan...

beda dokter beda penanganan kali y. Kl aq stlh minum penyubur slm 5 hr, trus hr ke 11 dr hpht kontrol lg utk liat sel telur apakah normal & matang ato kecil2 (Pco).Tp kl dirimu sptny mmg g perlu cek si sel telur krn udh prnh hamil jd g ada mslh :)

Elsa mengatakan...

salut deh sama Mbak Asty
tetep berusaha yaa

semangat!

AstyNNS mengatakan...

Thank u Mbak Elsa :D

ecka punya cerita mengatakan...

Prof. Anwar recomended bu, pro normal kalo lahiran di sana...
pengalaman pribadi waktu lahiran ga ujug2 operasi padahal; saya dah diinduksi 3 hari dua malam hehe.

salam kenal ya mba
semangat....

AstyNNS mengatakan...

Hi salam kenal, oh gitu ya, aku sih ke Prof.Anwar buat program kehamilan aja tapi kalo udah jadi pengennya ke dokter yg deket2 rumah aja, jauh soalnya ke Golo :D

ecka punya cerita mengatakan...

Mbak Asty domisili dimana? saya di condongcatur, Prof Anwar juga praktek di Klinik bersalin Pura Raharja belakang gramedia/perpus kota (pro normal n ga ada ruang operasi), saya periksa n melahirkan di sana :)